AGENDA DAKWAH VS AGENDA PRIBADI

Konsultasi Dakwah Kampus
Spread the love

Suatu ketika, saya bertanya pada murobbi, “Ustadz, saya punya sedikit masalah saat Ramadhan. Kita tahu bersama bahwa Ramadhan adalah bulan ibadah. Bahkan para ulama menutup majelis-majelis ilmu mereka dan memfokuskan diri beribadah kepada Allah subhanahu wata’ala selama bulan Ramadhan. Saya pun ingin melakukan hal tersebut dalam Ramadhan saya. Namun di sisi lain, saya sebagai aktivis dakwah, mendapatkan banyak sekali undangan mengisi pesantren kilat saat Ramadhan yang menyebabkan agenda ibadah ramadhan saya terganggu. Bagaimana saya harus menyikapi kondisi tersebut?”

Tanpa basa basi, murobbi saya langsung menceritakan kisah imamSyafi’isaat bertamu ke rumah ImamAhmad. ImamAhmad menyediakan satu kamar untuk imamSyafi`i yang di dalamnya telah tersedia makan malam dan air untuk berwuduh. Keesokan harinya setelah sholat subuh, anak Imam ahmad yang disuruh merapikan kamar imamSyafi`i melihat beberapa keanehan sehingga ia bertanya kepada ayahnya. Mendengar informasi dari anaknya, ImamAhmad kemudian menanyakan hal tersebut kepada ImamSyafi`i.

Imam Ahmad bertanya, “Wahai Imam  Syafi`i, mengapa engkau menghabiskan semua makanan yang kami sajikan? Bukankah seorang ulama seharusnya menyederhanakan makannya?”

Imam syafi’i menjawab, “saya menghabiskan  makanan tersebut karena saya tahu bahwa makanan itu pemberian Imam Ahmad, seorang ulama yang wara, yang pasti menjaga kehalalan  makanannya dan pasti makanannya berberkah. Maka saya memakan semua makanan tersebut agar mendapatkan berkahnya.”

Imam Ahmad kembali bertanya, “ mengapa setelah sholat subuh air yang dipersiapkan untuk wudhu untuk  Imam Syafi`i masih utuh (tidak digunakan)?

Imam Syafi`i dengan tenang menjawab, “karena wudhu saya belum batal. Saya sholat subuh dengan wudhu sholat isya saya semalam”. (Imam Syafi’i tidak pernah tidur semalaman, pen)

Imam Ahmad melanjutkan, “mengapa imam Syafi`i tidak bangun sholat tahajjud?”

Imam Syafi`i menjelaskan, “karena pagi ini saya akan membawakan ta`lim untuk jama`ah jadi semalam saya lebih memilih menyiapkan ilmu yang akan saya sampaikan untuk jama`ah dibandingkan sholat tahajjud yang manfaatnya hanya untuk diri saya sendiri”.

Coba perhatikan imam Syafi`i, ketika agenda kemaslahatan umat/agenda dakwah bertepatan dengan agenda pribadi, maka beliau mendahulukan agenda umat/dakwah sebelum agenda pribadinya. Maka seharusnya begitu pulalah engkau.Penuhi undangan dakwah dan berusaha maksimalkan ibadah pribadimu setelahnya.


A.M.Akhyar

Rabu, 6 Agustus 2013|Pukul16.39 WITA@Makassar

Sumber: Akhyar, Andi Muh. 2017. Aktivis Dakwah Kampus:Problematika dan Solusi.  Yogyakarta: Penerbit AG Ligtera.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *