ILMU SARANA DAN ILMU TUJUAN

Islamisasi Sains
Share

Imam al-Gazali dalam Ihya ulumuddin yang diringkas oleh Ibnu Qudamah dalam Minhaul Qosidin membagi ilmu berdasarkan tujuannya; ilmu sarana hidup dan ilmu tujuan hidup. Ilmu sebagai sarana hidup hukum mencarinya adalah fardhu kifayah. Adapun ilmu tujuan hidup, hukum mencarinya adalah fardhu `ain. Ilmu fisika, Ilmu matematika, ilmu kimia, ilmu kedokteran, ilmu pertanian, ilmu arsitektur adalaha ilmu sarana hidup. Sedangkan ilmu agama; aqidah, sholat, puasa, zakat adalah ilmu tujuan hidup.

Mengapa ilmu fisika, matematika, kimia, kedokteran, pertanian disebut sebagai ilmu sarana hidup? Karena digunakan sebagai sarana dalam kehidupan manusia. Kita butuh ilmu fisika agar dapat menjalankan mesin, membuat mobil, motor, pesawat. Kita butuh ilmu pertanian, kimia, dan biologi supaya bisa memahami tentang makanan dan tumbuhan. Kita butuh tubuh yang sehat agar mampu beribadah maka maka penting belajar ilmu kedokteran. Kita butuh rumah sebagai tempat beristirahat, maka penting belajar ilmu sipil dan arsitekstur.

Namun sepenting-pentingnya segala ilmu tersebut, tak ada dalil yang menyebutkan, “Barang siapa yang IPK-nya 4.00 bebas tes masuk surga. Barang siapa yang bergelar profesor, berada di surga Firdaus. Barang siapa yang punya puluhan jurnal internasional, masuk surga lewat pintu mana saja.”

Ini bukti bahwa ilmu fisika, kimia, kedokteran, pertanian hanyalah ilmu sarana untuk hidup dunia dan bukan ilmu tujuan hidup. Ilmu tujuan hidup adalah ilmu yag tatkala kita mempelajarinya dapat mengantarkan kita pada tujuan kita yang hakiki; surga Allah. Kalau kita bahas mengenai puasa, orang yang merutinkan berpuasa, maka akan dipersilakan masuk surga lewat pintu ar-Royyan. Orang yang rajin sholat akan dipanggil masuk surga washilah sholatnya. Orang yang rajin bersedekah akan dipanggil masuk ke dalam surga lewat pintu sedekah.

Dikabarkan oleh Nabi dalam haditsnya, “Barangsiapa yang berinfak dengan sepasang hartanya di jalan Allah maka ia akan dipanggil dari pintu-pintu surga, ‘Hai hamba Allah, inilah kebaikan.’ Maka orang yang termasuk golongan ahli shalat maka ia akan dipanggil dari pintu shalat. Orang yang termasuk golongan ahli jihad akan dipanggil dari pintu jihad. Orang yang termasuk golongan ahli puasa akan dipanggil dari pintu Ar-Royyan. Dan orang yang termasuk golongan ahli sedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.”

Orang yang menjaga sholat sunnah setelah wudhu, akan dijamin surga sebagaimana Bilal Bin Rabah radhiallahu `anhu yang telah didengarkan bunyi sendalnya di surga. Wanita yang menjaga diri, patuh pada suaminya akan bisa masuk surga lewat pintu mana saja. Maka ilmu tentang puasa, syarat sahnya, rukunnya, sunnahnya, larangan saat berpuasa  disebut sebagai ilmu tujuan karena bisa mengantarkan kita pada tujuan kita yaitu surga. Ilmu tentang tata cara sholat sunnah nabi, tata cara mengajar yang baik dan benar adalah ilmu tujuan karena mengantarkan kita untuk masuk dalam tujuan kita, surga. Adapun ilmu sarana, hanya akan membawa kita ke surga tatkala dimanfaatkan di jalan Allah.

Oleh karena itu, carilah ilmu dunia sebanyak-banyaknya dengan ikhlas karena Allah, agar kita bisa menjadi orang yang profesional di bidangnya dan kita persembahkan ilmu kita tersebut untuk umat. Namun jangan sampai kita tertipu dengan dunia. Kita gunakan waktu kita 24 jam semuanya untuk mencari ilmu sarana. Seluruh waktu digunakan untuk mengutak atik rumus, mengerjakan tugas kuliah, membuat jurnal internasional, namun tidak bisa bedakan huruf ha dan kha, tidak bisa bedahakan huruf ta dan tho.

Banyak orang dalam ilmu sarana sebagai profesor, tapi ilmu tujuannya masih TK. Sekedar bedakan a,ba,ta,tsa,ja, saja ia tidak mampu. Bukankah alphabet itu adalah pelajaran TK? Maka seyogyanya seorang muslim, selain ia bersungguh-sungguh mencari ilmu sarana; fisika, kimia, biologi, kedokteran, pertanian, ia juga bersungguh-sungguh mencari ilmu tujuan;ilmu agama, tajwid, tahsin, sholat, puasa, zakat, haji. Sekeras usahanya mencari ilmu dunia, maka sekeras itu pula seharusnya usaha kita mencari ilmu tujuan.

Cendikiawan muslim terdahuli telah mencontohkan. Ibnu Rusy, ahli kedokteran, tapi juga ahli fiqh. Ibnu qoyyim Al Jauziah, selain beliau ahli bahasa (nahwu) beliau juga sebagai ahli fiqh dan hadits. Al Jahiz, seorang ahli biologi, tapi juga sastrawan arab. Ibnu Khaldun, seorang ahli sosiologi dan ekonomi Islam yang sudah hapal al-Quran sejak dini. Ibnu Haitam, memang terkenal sebagai ahli fisika tapi juga memliki kemahiran yang tinggi dalam bidang agama. Jika mereka bisa, semoga Allah pun memberkahi waktu kita agar dapat seperti mereka.amin.

Penulis: Andi Muh. Akhyar

Dalam malam terbaik:malam Jumat,

Kamis, 29 November 2018

Pukul 20.54 CET

@’Pondok Sakinah’ Bernhardstraat 23, Wageningen, Negeri ‘Kincir Angin’ Belanda

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *