Menyambut hadirmu (part 1)

Oke tulisan ini lanjutan dari ‘Menanti hadirmu’ Jadi setelah Zhafira meluncur, dengan sigap mbak bidannya nangkap. Bidan dan susternya bersorak pelan, Kak Akhyar masih setengah terisak sedangkan saya hanya diam, tidak menangis juga tidak tersenyum, ada perasaan aneh yang becampuk aduk yang menyusup kala itu. Saya kemudian berpindah ke tempat tidur, saat sudah berbaring kak […]

Continue Reading