AMALAN-AMALAN MUSIM DINGIN (1)

Living abroad
Share


TAFAKKUR


Merasakan fenomena alam dengan menurunnya suhu secara drastis dari musim panas ke musim dingin..

Memperhatikan lamamnya waktu siang dan malam; berubah ekstrim tiap hari..

Melihat guguran daun: pepohonan yang dulu lebat, kini botak, tapi hidup.

Jika biasanya hanya melihat hujan air, kini dapat melihat butiran salju..


Segala fenomena alam ini seyogyanya mengingatkan kita tentang kebesaran Allah. Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan di lautan, dan tiada sehelai daunpun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS. al-An’aam:59)


“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal” “(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. (Qs. Al-Imron: 190-191).


Jika Allah mampu mengubah panas jadi dingin. Jika Allah mampu merubah air jadi salju. Semudah itu pulalah bagi Allah mengubah hidup manusia dari suka menuju duka, dari sengsara menuju aman sentosa. “… apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya, ‘Jadilah!’ maka terjadilah ia” (QS Yasin ayat 82)


Tafakkur lebih dalam, kita kadang terhinggap tanya: bagaimana Allah membangkitkan manusia setelah tubuh hancur, menyatu tanah? Jika Allah mampu mengubah pohon lebat jadi ‘botak’ lalu kelak lebat kembali, maka betapa mudahnya Allah mematikan manusia, lalu kelak di hari kiamat, Dia hidupkan kembali.


“Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?” (Qs. Yasin: 78)


“Sesungguhnya penciptaan langit dan bumi lebih besar daripada penciptaan manusia akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.” (QS. Ghofir: 57).

Oleh Andi Muh. Akhyar, Pengurus Yayasan International Islamic Centre Wageningen, Belanda

Menanti isyraq,
Ahad, 6 Januari 2018
Pukul 08.35 CET
@’Pondok Sakinah’ Bernhardstraat 23, Wageningen, Negeri ‘Kincir Angin’ Belanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *