Salju, Waktu Mustajab Doa

Living abroad
Share

Ibnu Qudamah dalam Al Mughni (2/294) menuliskan, ”Dianjurkan untuk berdo’a ketika turunnya hujan. “Carilah do’a yang mustajab pada tiga keadaan: Bertemunya dua pasukan, Menjelang shalat dilaksanakan, dan Saat hujan turun.” (HR. Al-Baihaqi: Shohih)

Dari Sahl bin Sa’d, beliau berkata bahwa Rasulullah shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,  “Dua do’a yang tidak akan ditolak: do’a ketika adzan dan do’a ketika ketika turunnya hujan.” (HR. Al-Hakim dan Al-Baihaqi)

Apakah Hadits Tersebut Berlaku Saat Turun Salju ?

Kronologis terjadinya salju adalah sebagai berikut.

  • Sumber air yang ada di bumi terkena sinar matahari sehingga menguap.
  • Uap air tersebut berkumpul ke atmosfer Bumi.
  • Kumpulan uap air tersebut mendingin hingga mencapai titik kondsensasi (temperatur dimana gas berubah wujud menjadi cair atau padat) dan membentuk awan.
  • Ketika pembentukan awan, massanya jauh lebih kecil dari massa udara sehingga awan tersebut mengapung di udara.
  • Uap air terus bertambah sehingga massanya pun juga bertambah, sehingga ketika udara tidak kuat lagi maka awan tersebut akan pecah dengan menyebarkan partikel- partikel air yang sifatnya murni (belum terkontaminasi oleh partikel lain).
  • Air murni tidak langsung membeku pada suhu nol derajat Celcius. Untuk membuat air murni beku dibutuhkan temperatur lebih rendah dari nol derajat Celcius yang berada tepat di bawah awan.
  • Untuk membentuk salju, ternyata tidak hanya diperlukan temperatur rendah saja, ketika partikel air murni tersebut bersentuhan dengan udara maka air tersebut akan terkotori oleh partikel- partikel lain yang berfungsi mempercepat pembekuan dan perekat antar uap air sehingga partikel air yang sudah tidak murni akan bergabung dengan partikel lainnya membentuk es yang lebih besar.
  • Apabila temperatur udara tidak sampai melelehkan kristal es tersebut maka kristal es akan jauh ke tanah, dan inilah yang kita sebut dengan salju.

(Sumber: https://ilmugeografi.com/fenomena-alam/hujan-salju)

Ternyata, proses terjadinya salju persis sama dengan proses terjadinya hujan. Perbedaannya hanya terletak pada suhu setempat. Jika suhunya cukup tinggi, maka yang turun adalah hujan air. Jika suhunya rendah, yang turun dalah hujan salju atau es.

Lebih lanjut, Kabag Humas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Harry Tirto (https://news.detik.com/berita/d-4101617/cuaca-ekstrem-di-dieng-mungkinkah-turun-salju) menjelaskan bahwa selain suhu, jenis awan juga mempengaruhi turunnya salju.  Nimbus stratus adalah awan pembentuk hujan salju, biasanya berada di negara sub-tropis. Sedangkan awan hujan adalah cumulonimbus, biasanya di negara tropis .

Jadi, Salju itu adalah salah satu bentuk hujan. Hujan yang sampai ke bumi, bisa dalam bentuk air, es, atau, salju bergantung letak geografis, suhu, dan jenis awannya.

Hujan merupakan peristiwa jatuhnya titik-titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara alami. Hujan terbentuk jika awan telah penuh dengan titik-titik air, sehingga titik-titik air itu bergabung, bertambah berat, dan jatuh menjadi hujan. Jadi bisa dikatakan hujan itu awan yang jatuh ke bumi dalam bentuk air.

Hujan air (rain), yaitu hujan yang jatuh dalam bentuk air. Ini sering terjadi di daerah tropis seperti Indonesia. Hujan ini terjadi saat awan naik ke ketinggian yang tidak terlalu tinggi sebelum jatuh ke bumi.

Hujan salju (snow), yaitu hujan yang jatuh dalam bentuk salju. Ini sering terjadi saat musim dingin di negara beriklim sedang sampai dingin. Hujan salju terjadi saat awan naik ke ketinggian yang cukup tinggi sehingga titik-titik airnya sebagian berubah menjadi kristal es sebelum jatuh ke bumi.

Sedangkan hujan es (hail stone), yaitu hujan yang jatuh dalam bentuk es. Ini terjadi setelah awan naik ke ketinggian yang terlalu tinggi sehingga titik-titik air berubah menjadi es dan jatuh ke bumi.

(sumber: https://arisudev.wordpress.com/2010/12/09/awan-dan-hujan/)

Walaupun salju tidak pernah terjadi di zaman Rasulullah, namun salju merupakan salah satu bentuk hujan. Dua hadits di atas juga hanya menggunakan kata hujan secara umum tanpa pengkhususan hujan air saja. InsyaAllah, hujan salju pun termasuk waktu mustajabnya doa

Dengan demikian, seluruh adab hujan (air): makbulnya doa, doa-doa khusus tentangnya, keberkahannya, adab sebelum dan setelahnya, dll, juga berlaku ketika hujan salju.

Adab – adab musim hujan, bisa dilihat disini https://akhyar.net/2018/11/08/musim-hujan-dan-islamisasi-sains/

Penulis: Andi Muh. Akhhyar, M.Sc., (Dosen Fisika FMIP UMMA, Pengasuh Majelis Adab Wageningen)

Ditemani Salju

Selasa, 22 Januari 2019

Pukul 02.30 CET

@’Pondok Sakinah’ Bernhardstraat 23, Wageningen, Negeri ‘Kincir Angin’ Belanda

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *