Penyakit Bersandar Pada Diri Sendiri

Uncategorized
Share

Para aktivis dakwah yang mungkin telah malang melintang dalam belantika pergerakan dakwah kampus telah memakan asam garam perjuangan. Mungkin telah menjalani segala fase dakwah, mulai dari dakwah jurusan hinggah sekarang mengurus dakwah nasional, bahkan telah go internasional. Mulai dari anggota biasa hingga menjadi steering komite dalam kepanitiaan, terlibat kepanitiaan tingkat jurusan, hingga tingkat internasional. Telah menjadi rujukan setiap pengurus dalam meminta pertimbangan dalam keorganisasian. Manjemen organisasi telah matang setelah ditempa bertahun-tahun.

Terkadang segala rutinitas itu membuat kita lupa daratan. Apatah lagi umur yang masih muda, sedang berada pada puncak kekuatan, obsesi, cita-cita, dan semangat terus menggelora. Atas segala potensi yang dimiliki, terkadang kita terlalu percaya diri dan hanya bersandar pada diri sendiri dalam menjalankan berbagai agenda dakwah.

Kita lupa bahwa kita ini makhluk yang dhoif, lemah. Kita terlupa bahwa segala yang terjadi adalah atas takdir Allah. Kita lupa bahwa kemampuan manajeman yang matang, pengalaman yang banyak yang kita miliki, adalah dari Allah. Kita lupa bahwa laahaula wala quwwata illa billah, tiada daya tiada dan upaya kecuali atas pertolongan Allah.

Maka segala yang kita dapatkan hari ini itu atas pertolongan Allah. Dengan demikian, keberhasilan dakwah kita berikutnya juga hanya dapat terjadi atas pertolongan Allah, dengan menyandarkan diri ini hanya pada Allah, bergantung pada Allah, bukan bersandar dan bergantung pada diri sendiri. Hanya dengan pertolongan Allah lah kemenangan itu mampu kita raih.

Penulis: Andi Muh. Akhyar, M.Sc., Ketua PP LIDMI 2015-2017

Senin, 11 Februari 2013

@Soppeng

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *